Traveler, kau lagi berburu daerah wisata yang lain dari pada yang lain di Lombok? Tahu nggak? Tempat yang nyaman dan bikin mata adem di Lombok nggak cuma Gili Trawangan lho. Kalau kau seorang traveler sejati, kau wajib mengeksplorasi salah satu eco-tourism atau wisata alam hutan mangrove yang ada di Gili Sulat. Tempat ini pas banget buat kau yang ingin mencari suasana tenang, penuh dengan pepohonan hijau, dan tentunya masih erat dengan pantai. Penasaran ibarat apa pesona Hutan Mangrove di Gili Sulat Lombok?
Traveler, alasannya ialah sarana transportasi umum menuju ke Dusun Transad masih jarang dijumpai, kau disarankan menyewa kendaraan beroda empat atau mengendarai kendaraan beroda empat langsung dari kota Mataram dengan jarak tempuh sekitar 85 km atau sanggup dijangkau selama 1,5 jam. Rute yang sanggup dilalui ialah : Kota Mataram – Narmada – Kopang – Masbagik – Aikmel – Labuan Lombok – Desan Labuan Pandan. Perjalanan ini nggak membosankan kok alasannya ialah kau bakalan disuguhi persawahan dengan latar Gunung Rinjani.
Baca juga: Tujuan Wisata di Sekitar Gunung Rinjani
Pemandangan yang menawan tidak hanya ada di bab atas saja lho traveler alasannya ialah bila kau melongok ke bawah, di sana juga terlihat akar-akar yang menonjol keluar. View khas hutan mangrove ini wajib masuk dalam bidikan kamera. Di tambah lagi dengan genangan-genangan air pantai yang menyeruak di sela-sela akar besar menciptakan foto yang kau sanggup akan tampak makin keren. Apalagi di sela-sela akar ada banyak spesies ikan yang berenang bebas.
Dengan naik kano, kau lebih sanggup menelusuri ‘lorong-lorong’ hutan mangrove yang cukup lebat. Dan ini bikin kau merasa seakan-akan sedang melanglang buana ke hutan Amazon. Travelers, nggak usah takut tersesat ketika bermain kano ya alasannya ialah hampir semua lorong yang ada di hutan mangrove Gili Sulat mengarah ke pantai. Dan dari sana, kau sanggup meneruskan petualangan sambil mengintip kecantikan terumbu karang yang berwarna-warni.
Air di sekitar hutan mangrove memang sangat jernih dan dangkal sehingga program menerawang terumbu karang pun jadi makin mudah. Oh ya traveler, untuk keamanan diri, ada baiknya kau melaksanakan snorkeling atau naik kano dengan awak kapal alasannya ialah mereka sudah tahu kondisi lingkungan di sekitar hutan mangrove sehingga kau sanggup lebih merasa aman.
Keterangan * : Harga berlaku ketika artikel ini ditulis.
Lokasi hutan mangrove Gili Sulat
Hutan mangrove Gili Sulat letaknya ada di Desa Sambelia, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, propinsi NTB. Untuk sanggup mencapai destinasi wisata ini, traveler harus hingga dulu di Dusun Transad, Desa Labuhan, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur. Dari dusun ini, kau masih mesti menyewa kapal motor untuk sanggup hingga ke hutan mangrove Gili Sulat selama kurang-lebih 1 jam.Traveler, alasannya ialah sarana transportasi umum menuju ke Dusun Transad masih jarang dijumpai, kau disarankan menyewa kendaraan beroda empat atau mengendarai kendaraan beroda empat langsung dari kota Mataram dengan jarak tempuh sekitar 85 km atau sanggup dijangkau selama 1,5 jam. Rute yang sanggup dilalui ialah : Kota Mataram – Narmada – Kopang – Masbagik – Aikmel – Labuan Lombok – Desan Labuan Pandan. Perjalanan ini nggak membosankan kok alasannya ialah kau bakalan disuguhi persawahan dengan latar Gunung Rinjani.
Baca juga: Tujuan Wisata di Sekitar Gunung Rinjani
Nikmati musik alami di hutan mangrove Gili Sulat
Gili Sulat ini ialah sebuah pulau kecil yang menjadi primadona banyak sekali spesies burung. Inilah salah satu suguhan alam yang akan menciptakan banyak traveler sanggup menikmati musik alami dari kicauan burung yang hinggap di pepohonan. Salah satunya ialah burung bertong atau burung maleo yang rutin bermigrasi ke daratan lain ibarat ke Pulau Sulawesi, Bali, Bima, dan Sumbawa.Pemandangan yang menawan tidak hanya ada di bab atas saja lho traveler alasannya ialah bila kau melongok ke bawah, di sana juga terlihat akar-akar yang menonjol keluar. View khas hutan mangrove ini wajib masuk dalam bidikan kamera. Di tambah lagi dengan genangan-genangan air pantai yang menyeruak di sela-sela akar besar menciptakan foto yang kau sanggup akan tampak makin keren. Apalagi di sela-sela akar ada banyak spesies ikan yang berenang bebas.
Snorkeling dan main kano di hutan mangrove Gili Sulat
Setelah mengekplorasi hutan bakau, selanjutnya kau sanggup menyegarkan diri dengan melaksanakan snorkeling. Nggak usah khawatir wacana peralatan snorkeling alasannya ialah kau sanggup menyewanya di Labuhan Pandan. Hanya dengan membayar Rp25.000* per orang, kau sanggup mendapat jaket pelampung, fins dan masker. Tapi bila kau nggak sanggup renang dan ingin ‘mengapung’ di pantai erat hutan mangrove Gili Sulat, kau sanggup menyewa kano dengan tarif Rp15.000* per orang.Dengan naik kano, kau lebih sanggup menelusuri ‘lorong-lorong’ hutan mangrove yang cukup lebat. Dan ini bikin kau merasa seakan-akan sedang melanglang buana ke hutan Amazon. Travelers, nggak usah takut tersesat ketika bermain kano ya alasannya ialah hampir semua lorong yang ada di hutan mangrove Gili Sulat mengarah ke pantai. Dan dari sana, kau sanggup meneruskan petualangan sambil mengintip kecantikan terumbu karang yang berwarna-warni.
Air di sekitar hutan mangrove memang sangat jernih dan dangkal sehingga program menerawang terumbu karang pun jadi makin mudah. Oh ya traveler, untuk keamanan diri, ada baiknya kau melaksanakan snorkeling atau naik kano dengan awak kapal alasannya ialah mereka sudah tahu kondisi lingkungan di sekitar hutan mangrove sehingga kau sanggup lebih merasa aman.
Santap siang di tengah hutan mangrove Gili Sulat
Traveler alasannya ialah disini nggak ada warung makan, kau disarankan membawa bekal sendiri. Kamu sanggup menikmatinya di ujung jembatan yang ada di hutan mangrove di Gili Sulat. Suasana angin yang sepoi-sepoi dan hening menciptakan kau tambah lahap menyantap makanan sambil menikmati saluran jalan yang terbuat dari papan kayu dengan panjang sekitar 200 meter. Kaprikornus suasananya makin adem alasannya ialah kau bakal dikelilingi oleh pohon mangrove yang cukup rimbun.Tips berwisata ke hutan mangrove Gili Sulat
- Berhati-hatilah ketika berjalan alasannya ialah di hutan mangrove ini ada banyak ular hijau.
- Datanglah antara Maret – Desember alasannya ialah ombak dan angin di sekitar hutan cukup tenang.
- Kamu sanggup melanjutkan petualangan dengan mengunjungi daerah wisata lain ibarat Gili Bidara, Gili Lamou, dan Gili Kondo hanya dengan membayar Rp100.000*.
Keterangan * : Harga berlaku ketika artikel ini ditulis.





No comments:
Post a Comment